
"Sandwich....
Sandwich.... Sandwich.... Sandwich," suara lengkingan yang khas selalu
terdengar tiap sore sekitar pukul 15.00 di daerah Minomartani Ngaglik, Sleman,
Yogyakarta.
Warga sekitar sudah
hafal bahwa itu adalah suara bocah pengendara sepeda penjual kue dan jus yang
tengah berkeliling. Zyah Rizal Fadila, bocah itu, membawa sandwich, pizza, roti
bakar, dan jus di atas sepedanya. Usianya 11 tahun, kelas VI SD.
Sebuah boks plastik di
boncengan belakang sepedanya berisi aneka jus. Sementara itu, keranjang merah
bertutup plastik yang ia ikat di setang berisi aneka kue.
Jangan pernah
mengasihaninya dengan memberi uang lebih. Ia pasti menolak.
"Saya tolak. Saya
tidak ingin dikasihani karena kondisi ini. Bapak mengajarkan saya lebih baik
menutup tangan daripada membuka tangan," ujar Rizal yang punya cita-cita
ingin jadi tentara, mengikuti jejak kakeknya.
Bapaknya adalah penjaja
gas melon 3 kg dan air mineral. Ibunya berjualan kue. Rizal mengikuti jejak
ibunya berjualan kue keliling. Rizal sudah berdagang keliling kampung sejak
kelas II SD. Ia ngotot meminta ibunya mengizinkan dia berdagang keliling.
"Saya bilang ke
ibu mau bantu jualan setelah pulang sekolah. Kata ibu enggak usah, tetapi saya
ngotot ingin jualan," tutur Rizal.
Hati ibunya luluh oleh
keinginan keras Rizal. Ibunya memberi syarat, Rizal boleh jualan, tetapi nilai
pelajaran di sekolah tidak boleh turun. Syarat itu ia sanggupi. Sepulang
sekolah sekitar pukul 14.00, Rizal mulai keluar rumah menjajakan kue. Ia baru
kembali sekitar pukul 18.00.
"Ya jauh, Mas
(kelilingnya), tetapi enggak capek. Niatnya kan jualan untuk bantu
orangtua," ujarnya.
Rizal mengaku, pada
masa-masa awal, ia sering diejek teman-temannya. Ia tak menghiraukan hal itu.
Beberapa gurunya malah kini menjadi pelanggannya.
"Diejek sama
teman-teman, tetapi biarkan saja. Kan usaha jualan ini halal," kata dia.
Infak
Rizal mengaku dalam
sehari ia bisa membawa pulang uang Rp 170.000 hingga Rp 200.000. Ia berikan
semua kepada ibunya. Setelah dihitung, selisih hasil jualan ia tabung.
"Sisanya saya
tabung, Mas. Kalau suatu saat butuh kan bisa buka tabungan," ujarnya.
Dari hasil tabungannya
itulah, Rizal mampu membeli sepeda BMX bekas seharga Rp 700.000 yang saat ini
dipakai untuk berangkat sekolah dan jualan.
Belum lama ini, Rizal
juga menyisihkan uangnya untuk membelikan kue ulang tahun untuk adiknya.
"Saya juga
menyisihkan untuk uang infak," ucapnya.
Tidak besar jumlahnya.
Namun, menurut Rizal, bapaknya mengajarkan, seberapa pun nilainya, biasakanlah
selalu menyisihkan sebagian rezeki hasil jualan untuk orang lain.
sumber: kompas.
Penulis: Kontributor
Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor: Heru Margianto
0 comments to "INSPIRATIF : "JANGAN PERNAH Beri Uang LEBIH kepada Bocah Penjual Kue Keliling Ini!" "